Hipertensi di
definisikan sebagai tekanan darah
persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg
dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Pengertian di
atas juga di dukung oleh jurnal pendukung lainnya. Bagi penderita hipertensi
faktor yang harus diperhatikan adalah tingginya tekanan darah. Semakin
tinggi tekanan darah
semakin keras kerja
jantung, sebab untuk mengalirkan darah
saat jantung memompa
maka jantung harus
mengeluarkan tenaga sesuai dengan
tingginya tekanan tersebut. Jantung apabila tidak mampu memompa dengan tekanan setinggi itu, berarti
jantung akan gagal
memompa darah.
Sekitar 15 juta orang indonesia terkena penyakit
hipertensi. Sedangkan yang ada di negara-negara lain seperti USA sekitar 50
juta orang, di australia sekitar 29% dan di 22,7% orang terkena hipertensi.
Penyakit hipertensi ini tiap tahunnya selalu bertambah, dikarenakan kurang
sehatnya pola hidup masyarakat di era moderenisasi ini. Pada umumnya lebih
banyak wanita yang terkena hipertensi dari pada laki-laki. Penyebab hipertensi
adalah pada mereka dengan pola makan yang tidak tepat dengan komposisi tidak
seimbang, biasanya tinggi kalori, natrium dan lemak. Genetik disertai paling
sedikit tiga faktor lingkungan (stress, obesitas dan konsumsi garam), konsumsi
alkohol, umur dan jenis kelamin, kurang aktivitas terutama olahraga, merokok,
asam lemak jenuh dan kolesterol tinggi dalam darah.
Gejala-gejala
hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari
hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa
pegal, dan lain-lain.
Dampak yang dapat
ditimbulkan oleh hipertensi
adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada
selaput bening (retina
mata), pecahnya pembuluh
darah diotak, serta kelumpuhan. Olahraga
sangat dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak orang
dewasa sampai lanjut usia . Olahraga secara teratur juga di anjurkan untuk penderita
hipertensi karena olahraga terbukti dapat merombak lemak yang berbahaya.
Olahraga juga dapat menghindari terjadinya penimbunan lemak di dinding pembuluh
darah. Apabila penderita hipertensi jarang melakukan olahraga maka penimbunan
lemak di dinding pembuluh darah tidak dapat dihindari, akibatnya terjadi
peningkatan tekanan darah (hipertensi). Latihan olahraga yang bisa dilakukan
yaitu terdiri dari
latihan aerobik, latihan kekuatan
dan latihan rentang gerak. Latihan
aerobik antara lain
bersepeda, menari, senam, jogging,
lompat tali, berjalan lewat tangga, berenang , namun tidak
diperkenankan untuk olahraga yang berat-berat.
Dalam
penelitian yang di lakukan di daerah bengkulu mendapat hasil bahwa olahraga
aerobic secara teratur yang pertama dilakukan 3 kali seminggu selama 60 menit
mampu menurunkan tekanan darah sistolik 10 mmHg dan diastolik 5 mmHg sedangkan
olahraga aerobic dilakukan 3 kali seminggu selama 40 menit mampu menurunkan
tekanan darah sistolik sebesar 11,75 mmHg dan tekanan diastoliknya sebesar 5,75
mmHg.
Dilakukan juga
senam aerobic low impact.
Senam aerobik low impact
sendiri merupakan senam
yang gerakannya ringan, gerakannya ini
berupa gerakan-gerakan kaki,
seperti jalan di
tempat, jalan maju mundur
tepuk tangan, serta dikombinasikan dengan
gerakan-gerakan tangan dan bahu, sehingga olahraga
jenis ini cocok digunakan untuk orang
yang menderita hipertensi. Melakukan olahraga seperti latihan aerobik low impact
ini mampu mendorong
jantung bekerja secara optimal,
dimana olahraga untuk jantung
mampu meningkatkan kebutuhan
energi oleh sel, jaringan dan organ tubuh. - meningkatkan aktivitas
pernafasan dan otot rangka - akan
meningkatkan aliran balik vena menyebabkan peningkatan volume sekuncup
- meningkatkan curah
jantung sehingga menyebabkan tekanan
darah arteri meningkat sedang - terjadi
fase istirahat terlebih dahulu, akibat
dari fase ini
mampu menurunkan aktivitas
pernafasan otot rangka dan
menyebabkan aktivitas saraf
simpatis meningkat, setelah itu
akan menyebabkan kecepatan jantung menurun, volume sekuncup menurun, vasodilatasi
arteiol vena, karena penurunan ini
mengakibatkan penurunan curah
jantung dan penurunan resistensi perifer total, sehingga
terjadi penurunan tekanan darah.
Namun
para penderita hipertensi ini sebelum
melakukan olahraga harus mengetahui beberapa patokan yang pertama mampu
mengontrol dan mengendalikan tanpa dengan obat dan tekanan darahnya harus
normal, kedua mendapat hipertensi yang sedang di derita, tiga sebelum latihan
sebaiknya melakukan uji latih jantung terlebih dahulu, empat latihan yang di
tujukan untuk meningkatkan daya tahan dan tidak boleh menambah tekanan dan
tidak bersifat kompetisi, secara teratur memeriksa tekanan darah sebelum dan
sesudah latihan, lima olahraga pada penderita hipertensi harus bisa menurunkan
tekanan darah, jika latihan mampu menurunkan dosis obat yang digunakan
sebaiknya dilakukan penyesuaian
Olahraga
secara teratur juga di anjurkan untuk penderita hipertensi. Olahraga yang baik
untuk penderita hipertensi adalah latihan
aerobik. Latihan aerobic itu
antara lain bersepeda, menari, senam,
jogging, lompat tali,
berjalan lewat tangga, berenang. Olahraga aerobic secara teratur yang
pertama dilakukan 3 kali seminggu selama 60 menit mampu menurunkan tekanan
darah sistolik 10 mmHg dan diastolik 5 mmHg sedangkan olahraga aerobic
dilakukan 3 kali seminggu selama 40 menit mampu menurunkan tekanan darah
sistolik sebesar 11,75 mmHg dan tekanan diastoliknya sebesar 5,75 mmHg.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sharman
JE, Stowasser M. Australian Association for Exercise and Sports Science
Position Statement on Exercise and Hypertension. J Sci Med Sport [Internet].
2009 Mar [cited 2015 Sep 24];12(2):252–7. Available from:
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1440244008002156
2. Tahun DIP. BERDASARKAN POLA
DIET DAN KEBIASAAN OLAH RAGA. 2014;8(1):8–14.
3. Yuliantini E, Maigoda TC.
IMPACT OF SPORTS AND NUTRITION COUNSELING TO BLOOD PRESSURE AND NUTRITIONAL
STATUS BASED ON WAIST CIRCUMFERENCE IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT BENGKULU. 2011;
4. Navan LG. The Effect of
Aerobic Exercises on Cardiovascular Risk Taking Factors in. 2013;3(15):306–10.
5. Irfan M. Pedoman
berolahraga yang menyehatkan (upaya menggugah masyarakat untuk aktif melakukan
aktivitas fisik dalamusaha preventif terhadap penyakit degeneratif di sumatra
utara ).






0 komentar:
Posting Komentar