Senin, 09 November 2015

Resume olahraga untuk hipertensi


Hipertensi  di  definisikan  sebagai  tekanan darah  persisten  dimana  tekanan  sistoliknya diatas  140  mmHg  dan  tekanan  diastoliknya diatas 90 mmHg. Pengertian di atas juga di dukung oleh jurnal pendukung lainnya. Bagi penderita hipertensi faktor yang harus diperhatikan adalah tingginya tekanan darah.  Semakin   tinggi   tekanan   darah   semakin   keras   kerja   jantung,   sebab   untuk mengalirkan  darah  saat  jantung  memompa  maka  jantung  harus  mengeluarkan  tenaga sesuai dengan tingginya tekanan tersebut. Jantung apabila tidak mampu memompa  dengan tekanan setinggi itu, berarti jantung  akan  gagal  memompa  darah.
Sekitar  15 juta orang indonesia terkena penyakit hipertensi. Sedangkan yang ada di negara-negara lain seperti USA sekitar 50 juta orang, di australia sekitar 29% dan di 22,7% orang terkena hipertensi. Penyakit hipertensi ini tiap tahunnya selalu bertambah, dikarenakan kurang sehatnya pola hidup masyarakat di era moderenisasi ini. Pada umumnya lebih banyak wanita yang terkena hipertensi dari pada laki-laki. Penyebab hipertensi adalah pada mereka dengan pola makan yang tidak tepat dengan komposisi tidak seimbang, biasanya tinggi kalori, natrium dan lemak. Genetik disertai paling sedikit tiga faktor lingkungan (stress, obesitas dan konsumsi garam), konsumsi alkohol, umur dan jenis kelamin, kurang aktivitas terutama olahraga, merokok, asam lemak jenuh dan kolesterol tinggi dalam darah. 
Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung  secara  tiba-tiba, tengkuk  terasa  pegal,  dan  lain-lain.  Dampak  yang  dapat  ditimbulkan  oleh  hipertensi   adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada  selaput  bening  (retina  mata),  pecahnya  pembuluh  darah  diotak, serta kelumpuhan. Olahraga sangat dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak orang dewasa sampai lanjut usia . Olahraga secara teratur juga di anjurkan untuk penderita hipertensi karena olahraga terbukti dapat merombak lemak yang berbahaya. Olahraga juga dapat menghindari terjadinya penimbunan lemak di dinding pembuluh darah. Apabila penderita hipertensi jarang melakukan olahraga maka penimbunan lemak di dinding pembuluh darah tidak dapat dihindari, akibatnya terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi). Latihan olahraga yang bisa dilakukan yaitu  terdiri  dari  latihan aerobik,  latihan  kekuatan  dan  latihan  rentang gerak.  Latihan  aerobik  antara  lain  bersepeda, menari,  senam,  jogging,  lompat  tali,  berjalan lewat tangga, berenang , namun tidak diperkenankan untuk olahraga yang berat-berat.
Dalam penelitian yang di lakukan di daerah bengkulu mendapat hasil bahwa olahraga aerobic secara teratur yang pertama dilakukan 3 kali seminggu selama 60 menit mampu menurunkan tekanan darah sistolik 10 mmHg dan diastolik 5 mmHg sedangkan olahraga aerobic dilakukan 3 kali seminggu selama 40 menit mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 11,75 mmHg dan tekanan diastoliknya sebesar 5,75 mmHg.
Dilakukan juga senam  aerobic low  impact.  Senam  aerobik  low impact  sendiri  merupakan  senam  yang gerakannya  ringan, gerakannya  ini  berupa  gerakan-gerakan  kaki,  seperti  jalan  di  tempat,  jalan maju  mundur  tepuk  tangan,  serta dikombinasikan  dengan  gerakan-gerakan tangan  dan  bahu,  sehingga  olahraga  jenis  ini cocok digunakan untuk orang yang menderita hipertensi. Melakukan olahraga seperti latihan aerobik low  impact  ini  mampu  mendorong  jantung bekerja  secara  optimal,  dimana  olahraga untuk  jantung  mampu  meningkatkan kebutuhan energi oleh sel, jaringan dan organ tubuh.  -  meningkatkan  aktivitas  pernafasan  dan otot  rangka - akan  meningkatkan  aliran  balik vena   menyebabkan  peningkatan volume  sekuncup  -    meningkatkan  curah  jantung  sehingga menyebabkan  tekanan  darah  arteri  meningkat sedang -  terjadi  fase  istirahat  terlebih dahulu,  akibat  dari  fase  ini  mampu  menurunkan  aktivitas  pernafasan  otot  rangka dan  menyebabkan  aktivitas  saraf  simpatis meningkat,  setelah  itu  akan  menyebabkan  kecepatan jantung menurun, volume sekuncup menurun,  vasodilatasi  arteiol  vena,  karena penurunan  ini  mengakibatkan  penurunan curah jantung dan  penurunan  resistensi perifer total,  sehingga  terjadi  penurunan  tekanan darah.

Namun  para penderita hipertensi ini sebelum melakukan olahraga harus mengetahui beberapa patokan yang pertama mampu mengontrol dan mengendalikan tanpa dengan obat dan tekanan darahnya harus normal, kedua mendapat hipertensi yang sedang di derita, tiga sebelum latihan sebaiknya melakukan uji latih jantung terlebih dahulu, empat latihan yang di tujukan untuk meningkatkan daya tahan dan tidak boleh menambah tekanan dan tidak bersifat kompetisi, secara teratur memeriksa tekanan darah sebelum dan sesudah latihan, lima olahraga pada penderita hipertensi harus bisa menurunkan tekanan darah, jika latihan mampu menurunkan dosis obat yang digunakan sebaiknya dilakukan penyesuaian 
Olahraga secara teratur juga di anjurkan untuk penderita hipertensi. Olahraga yang baik untuk penderita hipertensi adalah latihan  aerobik. Latihan aerobic itu  antara  lain  bersepeda, menari,  senam,  jogging,  lompat  tali,  berjalan lewat tangga, berenang. Olahraga aerobic secara teratur yang pertama dilakukan 3 kali seminggu selama 60 menit mampu menurunkan tekanan darah sistolik 10 mmHg dan diastolik 5 mmHg sedangkan olahraga aerobic dilakukan 3 kali seminggu selama 40 menit mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 11,75 mmHg dan tekanan diastoliknya sebesar 5,75 mmHg.

DAFTAR PUSTAKA
1.        Sharman JE, Stowasser M. Australian Association for Exercise and Sports Science Position Statement on Exercise and Hypertension. J Sci Med Sport [Internet]. 2009 Mar [cited 2015 Sep 24];12(2):252–7. Available from: http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1440244008002156
2.        Tahun DIP. BERDASARKAN POLA DIET DAN KEBIASAAN OLAH RAGA. 2014;8(1):8–14.
3.        Yuliantini E, Maigoda TC. IMPACT OF SPORTS AND NUTRITION COUNSELING TO BLOOD PRESSURE AND NUTRITIONAL STATUS BASED ON WAIST CIRCUMFERENCE IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT BENGKULU. 2011;
4.        Navan LG. The Effect of Aerobic Exercises on Cardiovascular Risk Taking Factors in. 2013;3(15):306–10.
5.        Irfan M. Pedoman berolahraga yang menyehatkan (upaya menggugah masyarakat untuk aktif melakukan aktivitas fisik dalamusaha preventif terhadap penyakit degeneratif di sumatra utara ).

0 komentar:

Posting Komentar